Meski Tahu Tidak Bisa Susul Fabio Quartararo, Bagnaia: Saya Tidak akan Menyerah

Meski Tahu Tidak Bisa Susul Fabio Quartararo, Bagnaia: Saya Tidak akan Menyerah


Kaditanews.com – Sementara harapan juara dunia MotoGP pertama untuk Francesco Bagnaia sangat tipis karena Fabio Quartararo jauh memimpin didepan.

Fabio Quartararo masih memuncaki klamesen MotoGP dan pembalap Italia itu memiliki selisih 52 poin dan hanya tiga balapan tersisa, namun pebalap Ducati Bagnaia ‘tidak akan menyerah’.
Meskipun dua kemenangan dan finis kedua sejak Aragon, itu tidak akan cukup untuk Francesco Bagnaia saat ia membuntuti pemimpin kejuaraan MotoGP Fabio Quartararo dengan 52 poin.
Penampilan Bagnaia sejak ronde kedua Austria (selesai P2 di Red Bull Ring) telah membawanya menjadi pencetak poin tertinggi selama lima ronde terakhir.
Dalam lima balapan tersebut, Bagnaia hanya sekali naik podium yaitu di Silverstone, sementara pembalap berusia 24 tahun itu juga mengalahkan rival juaranya Quartararo di tiga balapan termasuk pertarungan brilian mereka di Misano.
Namun, hasil akhir musim ini untuk pembalap pabrikan Ducati tidak mungkin cukup untuk mendapatkan gelar mahkota MotoGP perdananya karena hanya tersisa 75 poin untuk diperebutkan.
Quartararo akan memiliki kesempatan pertamanya untuk mengklaim gelar di Misano akhir pekan depan, meskipun Bagnaia akan menyukai peluangnya untuk memperpanjangnya ke Portimao mengingat hasil baru-baru ini di Sirkuit Dunia Marco Simoncelli.
Tetapi sementara Bagnaia menolak ‘menyerah’, konsistensi yang ditunjukkan oleh Quartararo berarti bahwa itu sangat mungkin terjadi di salah satu dari dua balapan berikutnya.
Berbicara tentang perebutan gelar, Bagnaia menambahkan: “Tentu saja saya tidak akan menyerah, tetapi Fabio tahun ini pasti telah melakukan pekerjaan yang hebat,” seperti dikutip dari crash.
“Dia adalah yang tercepat di awal dan yang paling konstan.
“Jadi, dia benar-benar pebalap yang hebat. Dia akan memiliki kesempatan untuk menang dan kami tahu di mana kami kehilangan poin.
“Pada bagian terakhir musim ini, tiga atau empat balapan terakhir kami melakukan pekerjaan yang sangat bagus. Kami berkembang, kami belajar dan saya pikir kami lebih kompetitif.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.